mungkin kalian akan merasa bosan dengan apa yang aku tulis. namun ku rasa aku bisa membagi apa yang aku rasakan dengan jujur disini tanpa merasa takut mereka akan mengerti bahwa mereka adalah isi dari apa yang aku tulis,
24 november 2014. hari ini aku ada jadwal praktikum yang di asisteni pria pujaan hatiku selama bertahun-tahun. semangat rasanya saat aku tau bahwa jelas hari ini aku akan berjumpa dengannya. ada kebahagiaan kecil yang menerobos tembok rasa malasku karena dingin menyelimuti di pagi ini. dimana membuat aku merasa enggan untuk melagkah pergi dari tempat tidur.
ku rasa yang aku rasakan sama dengan manusia lain yang sedang jatuh cinta. ada kebahagiaan tak terkira saat aku akan bertemu dengan kiey, namun aku hanya bisa memendamnya dalam hati. berharap dia akan merasakan dan mengetahui bahwa aku bahagiaa bisa bertemu dengannya.
saat aku berada di depan fakultas dari jauh aku melihat tasnya. dalam benakku benarkah dia ??? dan bibirku tersenyum menandakan fikiranku mengiyakannya. pagi itu menjadi pagi tersejuk yang aku rasakan. ingin sekali aku menyapanya. bersikap seperti biasa dan menganggap semua biasa-biasa saja agar keberanian untuk menyapanya itu ada. namun inilah aku. rasa pengecutku jauh lebih tinggi dibanding keberanianku. hingga akhirnya pagi yang istimewa itu akan berlalu tanpa berani aku menyapanya.
ketika sampai di pusat penelitian, dia masih belom sampai padahal dia berangkat duluan bersama dosen kami. aku bingung mencarinya. pertama kali yang aku lakukan saat sampai di lokasi itu, aku mencari keberadaannya. oh Tuhan dimana laki-laki yang ku cinta itu???? aku benar-benar sangat ingin melihatnya lagi.
tak berapa lama, mobil yang membawanya datang, aku mulai tersenyum, aku bahagia. Tuhan, sesederhana itukah bahagia bagi seorang yang jatuh cinta?????
kegiatan sebelum acara di mulai adalah pembekalan, seperti biasa aku tidak suka berada di depan, aku lebih senang mendengarkan dari belakang. karena disana aku merasa lebih santai, merasa lebih nyaman dan lebih leluasa untuk memperhatikan kiey tanpa ketahuan yang lain tentunya. aku bersama teman wanitaku, dia tau apa yang aku rasakan terhadap kiey.
kau tau Allah sangat baik kepadaku. entah kenapa. langkah kaki kiey berjalan menuju belakang. aku senang namun aku memerintahkan wajahku untuk berekspresi biasa saja seolah aku tak memperhatikannya. namun bibirku tetap saja tersenyum. dia tidak mau memperhatikan perintahku lagi. saat pembekalan itu dia ada di belakang. ya Allah aku merasa bahagia sekali.
entah apa yang dia lakukan di belakang. sesekali aku menoleh ke belakang berharap dia tidak tau bahwa aku akan memperhatikannya. aku senang dia selalu berada di jarak yang tidak jauh denganku, sehingga seharian aku bisa melihatnya walau harus mencuri kesempatan dan menunggu waktu yang tepat agar dia tidak menyadarinya.
24 november 2014. hari ini aku ada jadwal praktikum yang di asisteni pria pujaan hatiku selama bertahun-tahun. semangat rasanya saat aku tau bahwa jelas hari ini aku akan berjumpa dengannya. ada kebahagiaan kecil yang menerobos tembok rasa malasku karena dingin menyelimuti di pagi ini. dimana membuat aku merasa enggan untuk melagkah pergi dari tempat tidur.
ku rasa yang aku rasakan sama dengan manusia lain yang sedang jatuh cinta. ada kebahagiaan tak terkira saat aku akan bertemu dengan kiey, namun aku hanya bisa memendamnya dalam hati. berharap dia akan merasakan dan mengetahui bahwa aku bahagiaa bisa bertemu dengannya.
saat aku berada di depan fakultas dari jauh aku melihat tasnya. dalam benakku benarkah dia ??? dan bibirku tersenyum menandakan fikiranku mengiyakannya. pagi itu menjadi pagi tersejuk yang aku rasakan. ingin sekali aku menyapanya. bersikap seperti biasa dan menganggap semua biasa-biasa saja agar keberanian untuk menyapanya itu ada. namun inilah aku. rasa pengecutku jauh lebih tinggi dibanding keberanianku. hingga akhirnya pagi yang istimewa itu akan berlalu tanpa berani aku menyapanya.
ketika sampai di pusat penelitian, dia masih belom sampai padahal dia berangkat duluan bersama dosen kami. aku bingung mencarinya. pertama kali yang aku lakukan saat sampai di lokasi itu, aku mencari keberadaannya. oh Tuhan dimana laki-laki yang ku cinta itu???? aku benar-benar sangat ingin melihatnya lagi.
tak berapa lama, mobil yang membawanya datang, aku mulai tersenyum, aku bahagia. Tuhan, sesederhana itukah bahagia bagi seorang yang jatuh cinta?????
kegiatan sebelum acara di mulai adalah pembekalan, seperti biasa aku tidak suka berada di depan, aku lebih senang mendengarkan dari belakang. karena disana aku merasa lebih santai, merasa lebih nyaman dan lebih leluasa untuk memperhatikan kiey tanpa ketahuan yang lain tentunya. aku bersama teman wanitaku, dia tau apa yang aku rasakan terhadap kiey.
kau tau Allah sangat baik kepadaku. entah kenapa. langkah kaki kiey berjalan menuju belakang. aku senang namun aku memerintahkan wajahku untuk berekspresi biasa saja seolah aku tak memperhatikannya. namun bibirku tetap saja tersenyum. dia tidak mau memperhatikan perintahku lagi. saat pembekalan itu dia ada di belakang. ya Allah aku merasa bahagia sekali.
entah apa yang dia lakukan di belakang. sesekali aku menoleh ke belakang berharap dia tidak tau bahwa aku akan memperhatikannya. aku senang dia selalu berada di jarak yang tidak jauh denganku, sehingga seharian aku bisa melihatnya walau harus mencuri kesempatan dan menunggu waktu yang tepat agar dia tidak menyadarinya.
hari ini pertama kalinya dia memberikanku sebuah permen. permen terenak yang pernah aku rasakan. oh Tuhan. bagaimana bisa aku melupakannya jika seperti ini. aku bahkan tidak bisa tidur karena mengingat semua kejadian indah yang aku alami hari ini.
walaupun aku sempat merasa cemburu saat dia berfoto bersama temannya, namun hatiku membelanya. tidak apa-apa jika hanya berfoto asalkan hatinya masih tetap untuk tidak untuk wanita lain. aku pun hanya bisa menundukkan kepalaku karena aku tidak ingin marah kepadanya. tapi mungkin aku benar-benar sayang terhadapnya. sekalipun mataku tak bisa untuk tidak melihatnya. bahkan diam-diam aku mengambil fotonya kiey dari jauh entah dia menyadarinya atau tidak.
saat menuju kebun kakao dia tidak ikut mobil dosen, dia ikut naik motor bareng salah satu asisten yang lain. dia ada di belakangku. oh tuhan bagaimana aku tidak bersyukur. aku merasa dekat sekali hari ini sama dia. kesempatan yang benar-benar langka untuk bisa ku merasakannya.
*disambung besok ya* hehehe
0 komentar:
Posting Komentar