aku hanya tersenyum
setiap kali namanya terlintas dibenakku
dia yang 3 tahun terakir
menjadi sosok yang selalu membuatku tersenyum tanpa alasan
aku berfikir
entah sampai kapan dia akan terus terdiam
terus tanpa kata
atas rasaku untuknya yang dia sudah mengetahuinya
tidak hanya sekali aku merasakan cemburu
setiap kali melihatnya bersama wanita lain
tidak hanya sekali aku merasa iri dengan teman-temannya
saat dia tertawa, bercanda, menangis, heboh, dan seru-seruan bersama temannya
sempat terfikir olehku
jika dia memang tidak terlahir untukku
aku berharap pada setiap sujudku
Allah akan menghapus perasaan ini untuknya
saat dia sakit
ingin sekali aku merawatnya
saat ia berjuang untuk prestasi
aku ingin menjadi wanita yang mensuportnya
namun ini adalah fakta
dimana antara aku dan dia
masih saja terselimuti dinding yang dingin
tak ada sikap yang jelas darinya
aku ingin pergi
pergi sejauh mungkin
pergi selama mungkin
pergi sebebas mungkin
dimana aku tak lagi mengingatnya
dan tak ada yang akan membuatku mengingatnya.
setiap isi hati
hanya tertulis dalam setiap ketikanku
berharap suatu saat nanti dia akan membacanya
dia akan mengetahui
segala rasa dan asa yang selama ini aku rasakan
vhilsa zahratun nisa / 28 januari 2015
kieysa.
Selasa, 27 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar